jump to navigation

Kembali Ke Fitrah September 16, 2008

Posted by wedangcoro in Bersih Jiwa.
trackback

MAKA hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah, yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah, itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. (QS ar-Ruum [30]: 30).

Sesuai fitrah, kita lahir ke dunia ini tanpa dibebani dosa apa pun. Kita tidak pesan untuk terlahir menjadi manusia. Dan salah satu hal yang paling fitrah di antara karunia Allah yang ada adalah kita membutuhkan dan menuhankan sesuatu. Dan bagi yang benar, maka dia berhasil menuhankan Allah Azza wa Jalla.

Maka, orang yang kembali ke fitrah itu tiada lain adalah kembali menuhankan Allah. Karena, setiap kali kita menuhankan sesuatu selain Allah, kita akan diperbudak oleh yang kita Tuhankan, dan juga kita akan menjadi sangat terhina. Karena posisinya begini: Allah pemilik semesta alam, menciptakan kita selaku hambaNya. Kita hamba Allah. Dan untuk membuat kita efektif menghamba kepada Allah, maka Allah menciptakan dunia dan semua yang ada di dalamnya. Dengan kata lain, dunia ini adalah sarana yang dapat kita gunakan untuk semakin mendekatkan diri kepadaNya.

Ibadah Ramadhan yang kita kerjakan dengan sebaik-baiknya membuat kita mendapatkan jaminan ampunan dari dosa-dosa yang kita lakukan selama ini, karena itu semestinya setelah melewati ibadah Ramadhan kita tidak gampang lagi melakukan perbuatan yang bisa bernilai dosa, apalagi secara harfiyah Ramadhan artinya membakar, yakni membakar dosa, kalau dosa itu kita ibaratkan seperti pohon, maka kalau sudah dibakar, pohon itu tidak mudah tumbuh lagi, bahkan bisa jadi mati, sehingga dosa-dosa itu tidak mau kita lakukan lagi.

Dengan demikian, jangan sampai dosa yang kita tinggalkan pada bulan Ramadhan hanya sekadar ditahan-tahan untuk selanjutnya dilakukan lagi sesudah Ramadhan berakhir dengan kualitas dan kuantitas yang lebih besar. Kalau demikian jadinya, ibarat pohon, hal itu bukan dibakar, tapi hanya ditebang sehingga satu cabang ditebang tumbuh lagi tiga, empat bahkan lima cabang beberapa waktu kemudian. Dalam kaitan dosa, sebagai seorang muslim jangan sampai kita termasuk orang yang bangga dengan dosa, apalagi kalau mati dalam keadaan bangga terhadap dosa yang dilakukan, bila ini yang terjadi, maka sangat besar risiko yang akan kita hadapi di hadapan Allah SWT.

Ibadah shaum Ramadhan adalah pengendalian diri dari hal-hal yang pokok seperti makan dan minum. Kemampuan kita dalam mengendalikan diri dari hal-hal yang pokok semestinya membuat kita mampu mengendalikan diri dari kebutuhan kedua dan ketiga, bahkan dari hal-hal yang kurang pokok dan tidak perlu sama sekali. Kemampuan kita mengendalikan diri dari hal-hal yang tidak benar menurut Allah dan RasulNya merupakan sesuatu yang amat mendesak, bila tidak, kehidupan ini akan berlangsung seperti tanpa aturan, tak ada lagi halal dan haram, tak ada lagi haq dan batil, bahkan tak ada lagi pantas dan tidak pantas atau sopan dan tidak. Yang jelas, selama manusia menginginkan sesuatu, hal itu akan dilakukannya meskipun tidak benar, tidak sepantasnya dan sebagainya. Bila ini yang terjadi, apa bedanya kehidupan manusia dengan kehidupan binatang, bahkan masih lebih baik kehidupan binatang, karena mereka tidak diberi potensi akal.

Dengan demikian, harus kita sadari bahwa Ramadhan adalah bulan pendidikan dan latihan, keberhasilan ibadah Ramadhan justru tidak hanya terletak pada amaliyah Ramadhan yang kita kerjakan dengan baik, tapi yang juga sangat penting adalah bagaimana menunjukkan adanya peningkatan taqwa yang dimulai dari bulan Syawal hingga Ramadhan tahun yang akan datang. Semoga Allah SWT menetapkan kita dalam kesucian lahir maupun batin, amin. Wallahu alam

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: