jump to navigation

Kenikmatan Ramadhan September 16, 2008

Posted by wedangcoro in Bersih Jiwa.
trackback

BULAN Ramadhan adalah bulan kebahagiaan bagi semua orang. Andaikan rutinitas bulan Ramadhan diberlakukan sebagai aktivitas kebaikan di bulan-bulan berikutnya, alangkah indahnya hidup ini, karena aksi kemunkaran sangat mungkin bisa distop. Ramadhan merupakan kesempatan emas bagi kita untuk melakukan riyadhah (latihan) mengendalikan hawa nafsu dengan sekuat tenaga.

Kalau selama bulan Ramadhan ini kita sukses mengendalikan hawa nafsu, maka ketika keluar dari bulan Ramadhan kita sudah memiliki daya tahan dan daya penangkal yang baik. Kasih sayang dan ampunan Allah tidaklah terbatas, maka kewajiban kita adalah terus berusaha untuk mendapatkan keduanya, bukan saja pada bulan Ramadhan, tapi setiap detik dari hidup kita harus digunakan untuk mendapatkan keduanya.

Itulah sebabnya mengapa banyak orang mengatakan bahwa kita akan kembali fitrah (suci) setelah menjalani Ramadhan karena kasih sayang dan ampunanNya Nikmat Allah sungguh melimpah pada bulan Ramadhan ini. Berapa banyak orang yang meraup keuntungan materi lebih banyak lagi pada bulan Ramadhan ini? Berapa keluarga miskin yang mendapat tambahan menu pada bulan Ramadhan ini? Berapa perusahaan yang menambah jumlah produksinya karena permintaan konsumen pada bulan Ramadhan ini meningkat? Banyak keluarga yang meningkatkan kualitas menu hidangan makan untuk sahur dan buka shaum, tentu saja hal itu akan menambah anggaran belanja. Padahal logikanya, pada Ramadhan ini jumlah konsumsi yang kita makan menjadi lebih sedikit dibanding hari-hari biasa. Tapi mengapa anggaran belanja menjadi semakin membengkak? Intinya, semua orang dari berbagai kalangan merasakan nikmat yang besar pada bulan Ramadhan ini.

Sungguh, nikmat Allah yang luar biasa itu wajib kita syukuri. Tapi masih saja ada orang yang putus asa akan nikmat Allah. Keputusasaannya semakin menjadi-jadi tatkala memasuki bulan Ramadhan. Mereka menjadi gundah dan resah sehingga konsentrasi mereka untuk meningkatkan kualitas ibadah pun menjadi buyar tidak karuan. Dengan demikian, jangan pernah kita lewatkan detik demi detik di bulan mulia ini tanpa nilai ibadah. Di bulan Ramadhan ini kita harus semakin menjaga diri dari apa pun yang Allah haramkan. Kita isi waktu dengan memperbanyak membaca Al-Quran atau berzikir. Allah Maha Melihat perjuangan kita. Kita harus berupaya agar Allah Yang Maha Menyaksikan benar-benar melihat diri kita menjadi orang yang sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah Ramadhan.

Mulai saat ini, jauhkan telinga kita dari sesuatu yang tidak layak untuk didengar. Hindari kata-kata yang sia-sia, latihlah untuk tidak celetak-celetuk asal bicara Jangan sampai kata-kata kita malah menambah kekotoran diri. Di samping itu, Ramadan adalah saat di mana kita menjadi paling dermawan dalam hidup kita sebagaimana Rasulullah menafkahkan rezekinya di bulan Ramadan. Tidak sulit bagi Allah untuk membalas setiap hamba-hamba-Nya.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: