jump to navigation

Ramadhan Bulan Bersih Diri September 16, 2008

Posted by wedangcoro in Bersih Jiwa.
trackback

SUNGGUH betapa beruntungnya bagi siapa saja yang masih diberikan waktu untuk dapat mengecap keindahan bulan Ramadhan. Sungguh! Nikmat Allah sungguh melimpah pada bulan Ramadhan ini. Dan nikmat Allah yang luar bia-sa itu wajib kita syukuri. Tibanya Ramadhan kali ini, sudah se-harusnya kita sambut dengan penuh syukur. Kita tekadkan bulan suci ini sebagai arena bagi kita untuk membersihkan diri.

Jadikanlah bulan ini sebagai bulan kebersihan. Sebab Allah sesungguhnya mencintai orang yang tobat dan orang yang bersih. Di bulan ini, rahmat dan ampunan Allah begitu dahsyat. Karena itu, betapa malangnya bila kita tidak mampu memanfaatkan bulan penuh barokah ini untuk membersihkan diri dengan sebaik-baiknya. Kita harus berjuang keras dalam mengevaluasi gaya hidup bersih kita. Pakaian yang kotor tidak akan nyaman digunakan, gigi yang kotor pun jelas akan mengundang penyakit.

Singkatnya, apa pun yang kotor tidak akan membuat kita dapat menjalani hidup dengan nyaman dan indah. Bila kita coba telaah sedikit lebih dalam, kotoran sering identik dengan kerendahan diri. Namanya juga kotoran. Begitu pula jika kita merasa tidak nyaman, terhina, atau rendah, bisa jadi karena kita belum terbiasa mencintai kebersihan, padahal bersih adalah prasyarat dari keindahan. Indah adalah sesuatu yang dicintai Allah SWT.

Coba kita perhatikan! Shalat saja harus diawali dengan berwudhu untuk membersihkan diri. Tanpa wudhu, tidak sah shalatnya. Oleh karena itu, jadikan bulan Ramadhan ini sebagai bulan bersih. Sekuat-kuatnya kita bersihkan diri. Bersih lahir, bersih batin.

Kita mulai saja dari hal-hal terkecil. Misal, pastikan di bulan Ramadhan ini kamar kita bersih, kamar mandi bersih, dapur dan segala macam bersih. Bersih dari sampah, kotoran, dan juga bersih dari barang-barang yang dapat membuat kita riya. Jadikan pula rumah kita bersih dari barang-barang milik orang lain dan bersih dari barang yang tidak berguna.

Sebab jika rumah sudah kotor, apalagi banyak tersimpan barang haram di dalamnya, barang yang dapat membuat riya, barang yang sia-sia, maka bisa jadi rumah kita tidak barokah. Melatih diri untuk senantiasa hidup bersih lahir bathin adalah suatu tuntunan yang harus dijalani. Namun langkah itu sangat bergantung pada keseriusan dan tekad diri kita sendiri. Pola hidup bersih harus berawal dari diri sendiri.

Mulailah berlatih hidup bersih dari hati, lisan, sikap dan tindakan. Berusahalah agar setiap untaian kata yang keluar dari lisan kita penuh makna. Hindari kata-kata kotor, keji dan tidak senonoh. Sebab setiap kali kita bicara kotor, layout wajah bisa mendadak berubah menjadi buruk.

Menurut suatu penelitian, untuk sebuah senyuman dibutuhkan tujuh-belas tarikan otot wajah. Sedangkan jika wajah masam, cemberut atau marah, kita memerlukan tarikan tiga puluh dua otot. Secara fisik tentu jelek, apalagi dihitung dari sudut kesucian hati. Makin hidup kita bersih, kita akan semakin peka. Coba lihat cermin yang bersih! Satu titik noda menempel padanya akan cepat ketahuan. Tapi kalau cermin kotor, penuh noda dan debu, digunakan untuk melihat wajah sendiri saja susah.

Makin bersih diri kita, Insya Allah kita akan lebih peka melihat aib dan kekurangan diri sendiri. Bahkan kita akan lebih peka terhadap peluang amal dan juga ilmu. Sebaliknya, bagi yang kotor hati, jangankan untuk melihat kekurangan orang lain, melihat kekurangan diri saja tidak mampu.

Oleh karena itu amat sangat beruntung, sukses, bahagia, dan mulia, bagi orang-orang yang terus menerus mensucikan dirinya, suci lahir, suci batin. Maka marilah kita jadikan bulan Ramadhan ini sebagai titik awal bagi kita untuk membersihkan diri. Kita budayakan hidup bersih sebagai kunci dari kebahagiaan, kunci dari kesuksesan. Pastikan benda duniawi apapun yang kita miliki, tidak lebih berharga dari diri kita sendiri.

Dengan begitu, Insya Allah kita tidak akan pernah kehilangan kehormatan, kemuliaan, walaupun dunia sudah tiada bersama kita. Selamat menikmati indahnya shaum Ramadhan, semoga Allah Yang Maha Gagah memberikan kekuatan kepada kita untuk dapat menjalani ibadah dengan sebaik-baiknya, amin. Wallahu alam.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: