jump to navigation

Hadits-hadits mengenai Ramadhan Agustus 28, 2009

Posted by wedangcoro in Tak Berkategori.
trackback

Hadits 1: Ramadhan = Sayyidus Syuhur

عَنْ أَبِيْ إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ، قَالَ: قَالَ عَبْدُ اللَّهِ:”سَيِّدُ الشُّهُوْرِ رَمَضَانُ، وَسَيِّدُ الأَيَّامِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ”.(المعجم الكبير الطبراني) (ابن أبى شيبة ، وعبد الرزاق ، والبيهقى فى شعب الإيمان عن ابن مسعود موقوفًا) أخرجه ابن أبى شيبة (1/477 ، رقم 5509) ، وعبد الرزاق (4/307 ، رقم 7894) ، والبيهقى فى شعب الإيمان(3/314 ، رقم 3638) .

Dari  Abi Ishaq, dari Abi Ubaidah berkata : berkata Rasulullah  saw: Sayyidus Syuhur adalah bulan Ramadan dan Sayyidul Ayyâm adalah hari Jum’at ( Mu’jam Kabîr at-Tabarâni, Syu’ab al-Îmân li al-Baihaqî)

Hadits 2: Amin, amin, amin

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولَ اللَّهِ  : إنَّ جِبْرِيلَ عَرَضَ لِي فَقَالَ : بَعُدَ مَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ ، قُلْت آمِينَ ، فَلَمَّا رَقَيْتُ الثَّانِيَةَ قَالَ : بَعُدَ مَنْ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْك ، قُلْت آمِينَ ، فَلَمَّا رَقَيْتُ الثَّالِثَةَ قَالَ : بَعُدَ مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَهُ الْكِبَرُ أَوْ أَحَدَهُمَا فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ قُلْت آمِينَ } .

Dari Abu Hurairah ra  (bahwasanya) Rasulullah saw pernah naik mimbar kemudian berkata : Amin, Amin, Amin” Ditanyakan kepadanya : “Ya Rasulullah, engkau naik mimbar kemudian mengucapkan Amin, Amin, Amin?” Beliau bersabda.: Sesungguhnya Jibril ‘Alaihis salam datang kepadaku, dia berkata :

“Ya Allah jauhkanlah (dari) siapa yang mendapati bulan Ramadhan tapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka,  katakan “Amin”, maka akupun mengucapkan Amin,

“Ya Allah jauhkanlah (dari) siapa yang disebut namamu (Muhammad) dia tidak menjawab dengan bacaan Shalawat atasmu, kemudian meninggal dan masuk neraka katakan “Amin”, maka akupun mengucapkan Amin,

“Ya Allah jauhkanlah (dari) siapa saja yang masih memiliki Orang tua atau salah satu dari mereka,lalu ia meninggal dan masuk neraka, maka akupun mengucapkan Amin

[Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah 3/192 dan Ahmad 2/246 dan 254 dan Al-Baihaqi 4/204 dari jalan Abu Hurairah. Hadits ini shahih, asalnya terdapat dalam Shahih Muslim 4/1978.]

Hadits 3 : dari Kitab Mu’jam At Thabrani

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ بن أَحْمَدَ ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بن عَبْدِ اللَّهِ بن عُبَيْدِ بن عَقِيلٍ ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بن أَبَانَ ، حَدَّثَنَا قَيْسُ بن الرَّبِيعِ ، عَنْ سِمَاكٍ ، عَنْ جَابِرٍ ، قَالَ : صَعِدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمِنْبَرَ ، فَقَالَ : ” آمِينَ آمِينَ آمِينَ ” ، قَالَ : ” أَتَانِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلامُ ، فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ مَنْ أَدْرَكَ أَحَدَ وَالِدَيْهِ ، فَمَاتَ ، فَدَخَلَ النَّارَ ، فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ ، قُلْ آمِينَ ، فَقُلْتُ : آمِينَ ، قَالَ : يَا مُحَمَّدُ مَنْ أَدْرَكَ شَهْرَ رَمَضَانَ ، فَمَاتَ ، فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ ، فَأُدْخِلَ النَّارَ ، فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ ، قُلْ آمِينَ ، فَقُلْتُ : آمِينَ ، قَالَ : وَمَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ ، فَمَاتَ فَدَخَلَ النَّارَ ، فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ ، قُلْ آمِينَ ، فَقُلْتُ : آمِينَ “.

Dari Abdan bin Ahmad, dari Muhammad bin Abdillah bin Ubaid bin Aqil, dari Isma’il bin Aban,dari Qais bin Rabi’, dari Simak, dari  Jabir r.a. berkata : Nabi Muhammad saw berdiri dan menyeru di atas mimbar dan berkata Amin, Amin, Amin : (sahabat bertanya mengapa mengucap Amin 3x padahal tidak dengar apa-apa/orang berdoa), Rasulullah berkata: Telah datang Malaikat Jibril a.s berkata :

Wahai Muhammad, Siapa saja yang masih memiliki Orang tua atau salah satu dari mereka,lalu ia meninggal dan masuk neraka, maka jauhkanlah Ya Allah dari itu, Katakanlah Amin,  maka Nabi menjawab : Amin,

Wahai Muhammad , Siapa yang mendapati bulan Ramadhan kemudian dia meninggal dan dia tidak mendapat ampunan, maka dia masuk neraka, maka jauhkanlah Ya Allah dari itu, Katakanlah Amin,  maka Nabi menjawab : Amin,,

dan siapa saja yang disebut Namamu (Muhammad) dia tidak menjawab dengan bacaan Shalawat atasmu, kemudian meninggal dan masuk neraka , maka jauhkanlah Ya Allah dari itu, Katakanlah Amin,  maka Nabi menjawab : Amin, ( HR Thabrani dalam Kitab Mu’jam Kabir At Thabrani)

Juga terdapat dalam :

  1. Kitabnya Imam Qurtuby,  Al Jami li Ahkam al Qur’an (juz 1/hal 3257)
  2. Kitabnya Jalaluddin As Suyuty (pengarang tafsir Jalalain) , Ad Durr Al Manssur (1/372)
  3. Kitab Tafsir  Qadhi Iyadh (8/56)
  4. Kitab Syu’ab Iman – Imam Baihaqi ( 4/93)
  5. Kitab Jami’ Hadits (bab Hamzah 8/493)
  6. Kitab Az Zawajir Sarh Al Kaba’ir (juz 1/294)

Hadits 4: Ramadhan, bulan diturunkannya Kitab-kitab suci

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بن عَبْدِ الْعَزِيزِ، وَأَبُو مُسْلِمٍ الْكَشِّيُّ، قَالا: ثنا عَبْدُ اللَّهِ بن رَجَاءَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ الْقَطَّانُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ، عَنْ وَاثِلَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ، قَالَ:أُنْزِلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيمَ أَوَّلَ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ لِسِتٍّ مَضَيْنَ مِنْ رَمَضَانَ وَأُنْزِلَ الإِنْجِيلُ لِثَلاثَ عَشْرَةَ مَضَتْ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَ الزَّبُورُ لِثَمَانَ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَ الْقُرْآنُ لأَرْبَعَ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ. (المعجم الكبير الطبراني)

Dari Ali bin Abdil Aziz, dan Abu Muslim Al Kasyiy berkata, dari Abdullah bin Raja’ berkata, menghabarkan kepada nya Imran al-Qattan dari Qatadah, dari Abi Malih , dari Watsilah dari Nabi saw beliau bersabda: “Telah diturunkan Suhuf nabi Ibrahim di awal malam bulan Ramdahan, dan diturunkan Taurat pada tanggal 6 Ramadan dan diturunkan Injil pada tanggal 13 bulan Ramadan, dan diturunkan Zabur pada 18 Ramadan dan diturunkan Al qur’an pada 14 Ramadan.” (Mu’jam Kabâr at-Tabarâni)

Hadits 5: Puasa adalah benteng

قال الله سبحانه وتعالى (كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ، وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا:إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ، وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ).متفق عليه.

Allah swt berfirman: “Setiap amal (ibadah) yang dilakukan oleh Anak keturunan Adam a.s adalah untuk mereka, kecuali Puasa, karena sesungguhnya puasa itu untukKu dan Aku yang memberi pahalanya, Puasa adalah benteng. Jika salah seorang di antaramu berpuasa, maka jangan berkata-kata kotor-yaitu jangan mengatakan ucapan yang tak sepantasnya diucapkan (karena tidak senonoh atau jorok), dan jika seseorang memusuhinya atau mengejeknya, maka katakanlah: “Sesungguhnya saya puasa. Sesungguhnya saya puasa”. Dan demi dzat yang jiwaku berada dalam genggamanNYA, sungguh! bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dari pada harumnya parfum misik. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan yaitu: ketika berbuka ia gembira dan ketika ia berjumpa dengan TuhanNya karena puasanya itu.” (Sahîh Bukhârî dan Muslim)

Hadits 6:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  قَالَ الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ وَإِنْ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي الصِّيَامُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

Dari Abu Hurairah ra , dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Puasa adalah benteng. Jika salah seorang di antaramu berpuasa, maka jangan berkata-kata kotor-yaitu jangan mengatakan ucapan yang tak sepantasnya diucapkan (karena tidak senonoh atau jorok), dan jangan berlaku bodoh, seperti berbuat gaduh, takkabur, arogan, dan congkak dan jika seseorang memusuhinya atau mengejeknya, maka katakanlah: “Sesungguhnya saya puasa. Sesungguhnya saya puasa”. Dan demi dzat yang jiwaku berada dalam genggamanNYA, sungguh! bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dari pada harumnya parfum misik. Allah Yang Maha Agung berfirman: “Sesungguhnya orang yang puasa meninggalkan syahwatnya, makan dan minumnya karena-Ku, maka puasanya adalah untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya, dan kebaikan sepuluh kali lipat.” (Sahîh Bukhârî)

Hadits 7:

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ ، أَنَّ رَسُولُ اللهِ  قَالَ يَوْمًا وَحَضَرَ رَمَضَانُ : أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرُ بَرَكَةٍ، فِيْهِ خَيْرٌ يُغْشِيْكُمُ اللهُ [فِيْهِ]، فَتُنْزِلُ الرَّحْمَةُ، وَتُحِطُ الْخَطَايَا، وَيُسْتَجَابُ فِيْهِ الدُّعَاءُ، فَيَنْظُرُ اللهُ إِلَى تَنَافَسِكُمْ، وَيُبَاهِيُ بِكُمْ مَلاَئِكَتُهُ، فَأَرُوْا اللهُ مِنْ أَنْفُسِكُمْ خَيْرًا، فَإِنَّ الشَّقِيَ مِنْ حَرَمِ فِيْهِ رَحْمَةُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ. مُسْنَدُ الشَّامِيِيْنَ لِلطَّبَرَانِيْ

Dari Ubadah bin Shamit, Rasulullah saw bersabda mengenai hadir nya bulan Ramadan:”Telah datang kepada kalian bulan Ramadan bulan barakah, di dalamnya Allah membuka untuk kalian kebaikan kebaikan, Allah menurunkan RahmatNya, menghapus dosa dosa, mengabulkan doa, Allah memperhatikan  upaya-upaya kalian (untuk berlomba-lomba dalam kebaikan), dan Allah begitu membanggakanmu dihadapan para Malaikat, Allah menampakkan dari diri kalian kebaikan kebaikan, karena sesungguhnya diharamkannya (sesuatu yang halal di bulan Ramadan) didalamnya terdapat rahmat Allah Azza wa jalla (Musnad asy-Syâmîn Li at-Tabarânî) dan hadits yang serupa dari Ibn Najar sebagaimana dalam at-Targhîb wa Tarhîb Ibn Mundzir.

Hadits 8: Ramadhan :Surga dibuka, neraka ditutup dan Syetan dibelenggu

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  قَالَ إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ  (البخارى, مسلم)

Dari Abi Hurairah ra , Rasulullah saw bersabda : Apabila  bulan Ramadan tiba maka dibukalah  pintu-pintu Surga dan ditutup pintu-pintu neraka (Jahim) dan dibelenggunya setan-setan (Sahîh Bukhârî, Muslim)

Hadits 9: Ar Rayyan : Pintu Surga untuk Sha’imun

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ  قَالَ (فِي الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ، لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ)رواه البخاري.

Dari Sahl bin Sa’ad  dari Nabi saw bersabda: ” Di Surga itu ada delapan pintu, salah satu pintunya diberi nama Ar Rayyân, dimana tidak diperkenankan masuk melewatinya kecuali bagi orang-orang yang puasa. (Sahîh Bukhârî)

Hadits 10: Puasa dan Tarawih : “Satu Paket”

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم:( مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ) متفق عليه

Dari Abu Hurairah ra.  dari Nabi saw, (bahwa) beliau bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh iman dan ihtisab (mengharap rida Allah) maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang Qiyamulail di malam bulan Ramadan dengan  penuh iman dan ihtisab maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Sahîh,hadits Riwayat Bukhârî dan Muslim ).

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: